Hari
demi hari aku lewati dengan penuh kecemasan, ketakutan, kesendirian dan
kekhawatiran. Aku merasa hidupku ini tidak ada artinya lagi, semua hal
yang aku lakukan selalu salah dimata mereka...Mereka anggap apa aku
ini?? Mereka selalu datang padaku disaat mereka punya masalah dan bimbang,
aku selalu menjadi pendengar setia Mereka, aku selalu ada disaat mereka sedang
membutuhkan aku . . . Tapi kenapa disaat aku membutuhkan mereka,, dan aku
berharap mereka juga bisa menjadi pendengar setiaku dan membantu memberi solusi
untukku,, mereka tidak ada. . .
Mereka
sibuk dengan dunianya masing2. . .Hanya gelapnya malam yang menemani aku dan
air mataku, sering kali aku merasa lelah dengan dunia ini. Aku merasa tidak ada
seorang pun yang peduli dengan aku.Aku hanya bersabar dan terus berdoa, akan
kah penderitaanku akan berakhir??Hingga suati hari aku harus bertemu dengan
seorang lelaki yang tidak aku kenal, diawal perkanalan kami memang tidak begitu
indah. Setelah lama kami berteman dan menjalin relasi, aku melihat dia
begitu baik dan perhatian, selalu ada saat aku ada masalah, selelu membantu aku
dalam segala hal.Hingga Akhirnya dia mengungkapkan cinta kepadaku,, aku
bingung, aku tidak ingin persahabatan kami akan berakhir nantinya. Aku
termenung.
Saat
itu terbayang dalam ingatanku kejadian2 sebelumnya, dimana aku disakiti dan
dikhianati oleh teman laki-laki ku, dengan mudahnya dia melupakan aku, berjalan
dengan temanku sendiri didepan mataku !!!Bisakah kaliann bayangkan batapa
hancurnya hatiku saat itu??Setelah aku tersadar dari permenunganku, tanpa
berpikir panjang aku menerima sahabatku menjadi kekasihku, karena aku berfikir
bahwa dia lebih baik dari teman2 laki-laki ku sebelumnya. Waktu terus
berlalu, aku jalani kisah baruku dengannya begitu indah, dan aku merasa lebih
dihargai. Namun setelah 1 tahun kami menjalani hubungan, dia mulai memperlihatkan sikap-sikapnya yang kurang baik, dia berubah menjadi kasar, otoriter, Posesif dan cemburuan yang berlebihan. Aku tidak kuat lagi melihat
sikapnya yang sangat membuat aku tertekan. . .Setiap kali minta putus dia
selalu mengancam akan membuat hidupku semakin menderita.Oh Tuhan dosa apa yang
telah aku lakukan sehingga aku harus menanggung semua beban hidup ini
sendirian?? Aku lelah dengan hidup seperti ini !!! Rasanya aku ingin mati
saja,, daripada hidup tidak pernah merasakan bahagia.
Aku
rindu kasih sayangmu Tuhan, Aku Haus akan dikau bagaikan tanah yang tandus.
Seperti seekor Rusa yang Rindu akan Sungai-Mu . . .
0 komentar:
Posting Komentar