Hai Diary Lamaaku, udah lama kita tak bersua, kamu apa kabar? Maaf aku jarang buka kamu, kan kamu sendiri tau apa masalahnya. Iya bener banget, masalah koneksi dan jaringan yang tak mendukung untuk aku berbagi denganmu (cieleh sok melow banget deh gueeh :D)
Pagi
ini aku masih berpikir tentang film yang aku tonton tadi malam, Cinta
Brontosaurus. Aku yakin kamu pasti tau, film terbarunya dari Raditya Dika ini. Ya, film itu membuat aku berkata dalam hati "iya juga,
ya?"
Memang
ada benarnya juga kalo cinta emang bisa kadaluarsa.
Lalu
aku bertanya dalam hati, terus bagaimana dengan cinta sejati? Benar-benar ada
atau hanya imaginasi manusia yang bersifat fiksi.
Dalam
kehidupanku sendiri contohnya, aku juga pernah merasakan adanya puncak
kejenuhan di dalam suatu hubungan yang tidak bisa dicari jalan keluarnya.
Satu-satunya
cara ya cuma putus.
Dan itupun gak semudah yang aku bayangkan, banyak
cacian dan hinaan yang menganggap aku jahat, pengkhianat, tidak konsisten atau
apalah sejenisnya.
Tapi
coba sejenak kita fikirkan, untuk apa kita bertahan pada suatu hubungan
sedangkan hati kita sudah merasa tidak nyaman?
Yah,,
namanya juga hidup gak selamanya bahagia, gak selamanya juga sedih, ada rasa
sayang, suka, benci, bosan, dan jenuh itu wajar aja menurutku, karena hidup itu
tidak datar. Harus seperti nada lagu, ada saatnya untuk suara tinggi, juga ada
suara rendah supaya enak didengar dan tidak monoton.
Karena
film itu juga aku sadar, aku juga malu sama diriku sendiri. Dulu aku pernah
galau berkepanjangan hanya karena putus cinta. Karena cinta gak selamanya indah
dan harus happy ending, tapi itu semua bisa aku jadikan pembelajaran dan
pengalaman yang sangat berharga banget buat aku.
Dan
aku semakin yakin kalau cinta bisa kadaluarsa.
Mungkin
hanya Habibie dan Ainun yang bisa merasakan kesejatian cinta :D
Mungkin
juga hanya orang-orang yang mempunyai rasa cinta dan kesetiaan sekuat Brontosaurus yang punya komitmen untuk
hubungan mereka, atau mereka-mereka yang mengawetkan cinta mereka dengan formalin :D
Dan
untuk saat ini aku belum percaya dengan komitmen dalam suatu hubungan, apalagi
cinta sejati. Bukannya aku gak bisa move on atau jera dengan pengalaman masa
lalu, tapi untuk saat ini sepertinya sendiri dulu adalah lebih baik, dengan
menyandang status Jomblo Terhormat ^^
Sendiri
itu menyenangkan, kita bisa melakukan banyak hal dan eksperimen tanpa harus
merasa dimata-matai, bisa gila-gilaan dengan teman-teman dengan bebas tanpa
harus sok jaim karena ada pacar, bisa punya banyak akun sosial media tanpa ada
larangan ini itu, bisa konsentrasi dengan pekerjaan, pendidikan, maupun karier,meskipun demikian aku juga gak munafik kalau kadang aku juga ngerasa kesepian, gak ada yang perhatiin nyuruh makan, nyuruh mandi heee. Dan yang paling penting buat aku, aku bisa kerja keras untuk berusaha menggapai
cita-citaku yang sempat tersendat karena kebodohanku di masa lalu (*^▽^*)
0 komentar:
Posting Komentar