Senin, 21 Agustus 2017

Surat cinta untuk Mustawa

Sayang, ijinkan aku bercerita sedikit tentang perjalanan hidupku hari ini tanpamu. Banyak sekali hal-hal yang aku alami. Hari ini aku mengikuti pembukaan ospek sendiri, ya sayang aku sendiri. Tanpa kamu, satu-satunya orang yang mau menemaniku kemanapun aku pergi. Aku sendiri sayang, sendiri! Belanja sendiri, kemana-mana sendiri.
Hari ini juga aku mengalami hal yang tidak mengenakan, aku dan temanku kosku terlibat konflik, hanya karena sebuah kesalah pahaman kecil. Beginilah hidupku sayang, selalu saja terjadi kesalahan dan kekeliruan. Apakah bercandaku keterlaluan sayang? Apakah aku tidak boleh lagi bercanda sayang? Terlalu sering aku dimusuhi oleh orang-orang, yank!
Sayang, sehari tanpamu terasa amat berat. Aku harus melalui semuanya sendiri. Aku lupa makan, karena tidak ada kamu yang mengingatkan aku makan. Aku harus pergi beli air isi ulang sendiri sayang. Penjaga air yang biasa mengantar itu tidak masuk kerja, sehingga kata pemiliknya aku harus membawanya sendiri! taukah kamu sayang? Ini adalah pertama kalinya dalam hidupku aku membawa air satu gallon sendirian dengan menggunakan motor, tapi aku bisa sayang.
Setelah aku selesai bawa air pulang ke kos, aku pergi ke ATM untuk mengambil uang karena bensin kendaraan sudah habis. Aku ditanya oleh bapak tukang parkir kenalan kamu itu. Dia bertanya “garwone pundi”. Aku beri uang parkir kepada bapak itu tetapi dia tidak mau. Lalu aku pergi ke pom bensin, Aku berniat mengisi 23ribu sayang, tapi baru 21800 tanki motorku sudah penuh, tetapi sisa uangku tidak dikembalikan sayang. Yah, itulah hal sering kita lihat bersama sayang!
Aku penat sayang, aku bosan! Aku mencoba untuk pergi! Aku berputar-putar mengelilingi kota ini. Aku tertegun penuh dengan lamunan. Baru aku sadari bahwa tanpamu, aku kehilangan separuh dari diriku, aku merasa ada yang hilang dari jiwaku.
Sayang, apakah kau benar-benar tega akan meninggalkan aku? Sayang, bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu? Setiap sudut di kota ini selalu mengingatkan aku pada dirimu! Entah kota ini yang terlalu sempit untuk kita, ataukah kita yang terlalu jauh berjalan? Aroma khas persawahan, ramai padatnya jalanan perkotaan, ataukah kemerlapnya hiasan jalanan di gang-gang perumahan, manakah yang tidak pernah aku lalui bersamamu ?? Setiap langkah dalam perjalan hidupku, tidak ada yang aku lewati tanpa dirimu! Jalanan ini, kota kecil ini akan selalu abadi dalam ingatanku. Ah, sayang. Akhirnya lamunanku tersadar, saat aku telah berada pada titik awal keberangkatanku, dan aku harus kembali ke kos ini, melewati teras kos yang selalu jadi tempat kita untuk mencurahkan rasa. Rasa rindu, amarah, kebosanan, semua terjadi disitu.
Sayangku, sehari tanpamu mengajarkanku arti sebuah kebersamaan. Hidup bersamamu membuatku mengerti akan sebuah cinta, kepeduliaan dan persahabatan yang sejati. Seberapapun sering aku marah denganmu, tidak ada sedikitpun niatku untuk pergi darimu. Hanya kamu dan benar-benar hanya kamu yang bisa mengerti dan memahamiku. Sayangku, aku mencintaimu. Aku membutuhkanmu. Don’t ever leave me!
Aku tidak pernah bisa membayangkan, seperti apa hidupku jika harus tanpa kamu. Sayangku, kamu adalah jawaban dari doaku. Kamu adalah tokoh utama yang akan selalu aku ceritakan pada anak-anakku kelak, ketika mereka menanyakan siapa superhero itu. Kamu juga jawaban dari sebuah kerinduan. Dan kamu adalah kesejatian, ketika mereka menanyakan apa sebenarnya hakikat sebuah cinta.
Meskipun terkadang kamu selalu menjadi bahan pembicaraan orang-orang munafik karena sikap dan ketegasanmu, aku tetap mencintaimu. Mereka yang menyanjung dan meninggikanmu di depanmu, tetapi menusukmu di belakangmu. Mereka yang berpura-baik denganku saat ada kamu, dan memusuhiku setelah kamu tak ada. Sayangku, aku akan selalu ada dipihakmu. Meski terkadang aku merasa hidup dalam bayang-bayangmu, tapi aku tidak peduli. Karena yang terpenting dalam hidupku adalah selalu bersamamu.

0 komentar:

Posting Komentar